Ayat Mengenai Bumi dan "Langit yang Masih Berupa Asap"

Bismillah, Assalamu'alaiku. Postingan kali ini akan memberikan referensi ayat tentang  Bumi dan "Langit yang Masih Berupa Asap". Perlu diketahui bahwa postingan ini tidak membahas mengenai tafsir ayat begitupun juga isi postingan secara keseluruhan, akan tetapi sekedar memberikan referensi ayat tentang  Bumi dan "Langit yang Masih Berupa Asap"

Dalam Q.S. Al-Anbiya ayat 30 telah diketahui bahwa dahulunya langit dan bumi menyatuh kemudian terpisah. Tidak ada yang tahu secara pasti bagaimana proses tersebut terjadi, yang tahu hanyalah Allah yang menciptakan. Kita hanya mengetahui bahwa langit dan bumi dahulunya padu kemudian dipisahkan. Adapaun teori-teori yang dikemukakan para ilmuwan hanya sebuah hipotesis yang apabila tidak sesuai dengan fakta maka ditolak dan apabila ada teori yang lebih mendekati maka teori itulah yang diambil. 

Salah seorang ilmuwan bernama Dr. Russel Cannon berpendapat, asal usul terbentuknya alam semesta yang paling mendekati adalah teori Big Bang, bahwa alam semesta terbentuk melalui suatu ledakan raksasa pada satu ruang teramat kecil, dan semenjak itu mengambang terus menerus. Ada juga teori nebula (kabut asap) yang dikemukakan oleh ilmuwan Jerman yang bernama Immanuel Kant. Menurut teori ini ‘dahulu di alam semesta terdapat gumpalan kabut yang berputar secara perlahan-lahan dan lama kelamaan bagian tengah kabut menjadi gumpalan gas yang disebut matahari, bagian kabut disekelilingnya akan membentuk planet-planet dan satelitnya, asteroid, komet dan benda langit lainnya”. Seorang fisikawan prancis, Pierre Simon de laplace, mengungkapkan bahwa “Tata surya berasal dari kabut panas yang terus berputar dan membentuk gumpalan kabut berbentuk bulat seperti bola besar. Karena terus berputar bentuk bola itu tepat pada kutubnya dan melebar pada bagian equatornya. Sebagian massa gas pada equatornya akan menjauh dari gumpalan inti dan akan membentuk cincin-cincin yang melingkari bagian intinya. Dalam jangka waktu yang lama cincin-cincin itu akan berubah menjadi gumpalan padat yang kecil-kecil yang disebut planet. Sedangkan inti kabut berbentuk gas pijar yang disebut matahari.

Terlepas dari teori ilmiah tersebut, dalam Al-Qur'an Surat Fusiilat ayat 9-12 Allah berfirman:
  • Surat Fusiilat ayat 9-12
9: "Katalanlah, 'Pantaskah kamu ingkar kepada Tuhan yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan pula sekutu-sekutu bagi-Nya? Itulah Tuhan seluruh alam.' "
10: "Dan Dia ciptakan padanya gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dan kemudian Dia berkahi, dan Dia tentukan makanan-makanan (bagi penghuni)nya dalam empat masa, memadai untuk mereka memerlukannya"
11 : "Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, 'Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa.' Keduanya menjawab, 'Kami datang dengan patuh.' "
12: "Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan bumi), Kami hiasai dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui.
Dari 4 ayat di atas dan Q.S. Al-Anbiyah ayat 30 telah mengemukakan bahwa alam semesta kita berawal dari bumi dan langit yang padu dan langit yang sekarang adalah langit yang berasal dari langit yang masih berupa asap. Kita telah mengetahui faktanya bahwa langit dan bumi dahulunya padu dan mengetahui bahwa langit yang sekarang berasal dari langit yang berupa asap. Ada pun proses penciptaannya, waktu diciptakannya, bagaimana caranya hanya Allah yang tahu dengan pasti. Teori-tori yang ada hanyalah teori yang kebenarannya tidak mutlak dan akan diganti oleh teori yang lebih mendekati kebenaran. Wallahu'alam.

Demikian beberapa referensi tentang Bumi dan "Langit yang Masih Berupa Asap". Jika ada yang salah atau keliru, itu berasal dari kelalaian penulis. Semoga Allah mengampuni penulis atas kesalahan tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

Sebuah Bukti Al Quran Datang dari Sisi Allah

Ayat Mengenai Matahari dan Bulan Beredar di Garis Edarnya Masing-Masing

Ayat Mengenai Langit dan Bumi Dahulunya Menyatu