Ayat Mengenai Malam dan Siang Sebagai Dua Tanda

Apa tandanya malam hari dan apa tandanya siang hari ? Seorang anak kecil pun akan tahu kalau gelap dan bulan adalah pertanda malam hari sedangkan kemunculan matahari dan terang benderang adalah pertanda siang hari. Terjadinya siang dan malam diakibatkan karena bumi berputar pada porosnya (rotasi bumi). Bagian bumi yang terkena sinar matahari adalah bagian bumi yang mengalami siang hari sedangkan pada bagian bumi lainnya adalah bagian bumi yang mengalami malam hari.

Coba bayangkan apabila bulan ikut bersinar seperti matahari, maka tidak akan terjadi tanda malam hari berupa gelap karena ketika bagian bumi yang tidak disinari matahari disinari bulan maka tidak akan berbeda karena sama-sama tidak gelap. Sebaliknya jika matahari tidak bersinar maka bulan tidak bisa memantulkan cahayanya ke bumi sehingga kehidupan dibumi tidak terjadi. Itulah mengapa Allah menciptakan matahari bersinar dan bulan bercahaya supaya terjadi tanda malam dan siang.

Dengan adanya malam manusia bisa beristirahat dan dengan adanya siang manusia bisa mencari sebagian karunia Allah, coba bayangkan jika dunia gelap, gelap selamanya atau siang selamanya. Juga dengan adanya malam dan siang manusia bisa menghitung waktu misal sehari=24 jam, seminggu=7 hari, sebulan=29/30/31 hari, setahun=12 bulan dan lain-lain.

Allah swt berfirman : "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam, dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang, agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas. (QS 17 Al Isro' ayat 12)

Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Abdullah ibnu Kasir sehubungan dengan makna firman-Nya:lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang. Bahwa yang dimaksud dengan tanda malam ialah gelapnya malam hari, sedangkan yang dimaksud dengan tanda siang hari ialah terangnya siang hari. Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Mujahid bahwa matahari adalah tanda siang hari, dan rembulan adalah tanda malam hari. "Lalu Kami hapuskan tanda malam." Mujahid mengatakan, yang dimaksud ialah bercak-bercak hitam yang ada pada rembulan, dan memang demikianlah keadaannya sejak Allah menciptakannya. Ibnu Juraij telah meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan, "'Dahulu rembulan bersinar seperti matahari bersinar, dan rembulan itu adalah tanda malam hari, sedangkan matahari adalah tanda siang hari. "Lalu Kami hapuskan tanda malam." Bercak hitam yang ada pada rembulan.

Abu Ja'far ibnu Jarir telah meriwayatkan melalui berbagai jalur yang baik, bahwa Ibnul Kawa pernah bertanya kepada Amirul Mu’minin Ali ibnu Abu Talib r.a. Untuk itu ia berkata, "Hai Amirul Mu’minin, apakah bercak hitam yang ada pada rembulan itu?" Khalifah Ali r.a. menjawab, "Celakalah kamu, tidakkah kamu pernah membaca firman Allah Swt. yang menyebutkan: 'lalu Kami hapuskan tanda malam.’(Al-Isra: 12)" Maka itulah yang dimaksud dengan penghapusannya.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: lalu Kami hapuskan tanda malam hari. Kami dahulu selalu memperbincangkan bahwa penghapusan tanda malam hari ialah bercak hitam yang ada pada rembulan dan "Kami jadikan tanda siang itu terang", yakni terang benderang. Lalu Allah menciptakan matahari yang bentuk dan sinarnya jauh lebih terang serta lebih besar daripada rembulan.

Ibnu Abu Nujaih telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda. (Al-Isra: 12) Yaitu silih bergantinya siang dan malam hari, sejak Allah menciptakan keduanya.

Wallahu'alam

Comments

Popular posts from this blog

Sebuah Bukti Al Quran Datang dari Sisi Allah

Ayat Mengenai Matahari dan Bulan Beredar di Garis Edarnya Masing-Masing

Ayat Mengenai Langit dan Bumi Dahulunya Menyatu