Ayat Mengenai Pergantian Malam dan Siang

Alhamdulillah Allah telah menciptakan malam dan siang sebagai tanda kebesaran-Nya, Allah,swt berfirman: "Katakanlah: Terangkanlah kepada Ku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?; Katakanlah: Terangkanlah kepada Ku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?; dan karena rahmat Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada Nya" (QS:028:71-73)

Dalam Al-Qur'an pergantian malam dan siang Allah nyatakan dalam beberapa ayat:

QS Al-Baqarah [2] :164
"Sesungguhnya ... ,dan pergantian malam dan siang, ..., merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti." Dalam terjemahannya kata penting disini adalah dan pergantian=wakhtilafi, laili=malam, wannahaari=dan siang, la aayaatiin=sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah), liqaumiyya'qilunn=bagi orang-orang yang berakal. Asbabun nuzul turunnya ayat ini adalah "diriwayatkan oleh Ibnu Hatim bahwa ketika turun surat al-Baqarah ayat 163, Rasulullah,saw masih berada di Makkah. Mendengar ayat itu, orang-orang kafir Quraisy berkata: "Bagaimana Tuhan cukup untuk semua orang?" Maka turunlah ayat ini. Redaksi ayat ini sama dengan QS Ali 'Imran [3]:190 bahwa pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal(liulil albaabi=bagi orang-orang yang mempunyai akal dan hati yang sehat). Asbabunnuzulnya turunnya ayat ini adalah diriwayatkan oleh Tabrani dan Ibnul Abi Hatim dari Ibnu Abbas, bahwa orang-orang Quraisy menemui orang yahudi dan bertanya: "Apa mukjizat yang diperlihatkan Musa kepada kalian?" orang yahudi menjawab: "Tongkat dan tangannya yang putih". Lalu orang Quraisy menemui orang nasrani dan bertanya: "Apa mukjizat yang diperlihat Isa?" mereka menjawab: Dia mampu menyembuhkan orang buta, penakit kusta, dan menghidupkan orang mati". Lalu orang Qurasy menemui Rasululllah,saw dan berkata: "Berdolah kepada Tuhanmu agar bukit Shafa' dan Marwa berubah menjadi emas untuk kami". Maka turunlah ayat ini :"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal"

Dalam ayat-ayat yang lain pergantian malam dan siang, kebesaran Allah tersebut juga diperntuhkan untuk orang-orang yang bertaqwa (liqaumiyyattaquuna) (Yunus ayat 6). Allah-lah yang menjadikan terjadinya malam dan siang dalam surat Al-mu'minun ayat 80 untuk orang yang mengerti dan dalam surat An-Nur ayat 44 untuk orang-orang yang mempunyai penglihatan (ilmu dan wawasan) yang tajam (liulil ab'shaari) serta dalam surat Al-Furqan ayat 62 bagi orang yang ingin mengambil pelajaran (yudzdzakkara) atau yang ingin bersyukur (arada syukuruuran) dan dalam surat Al-Jasiyah ayat 5 bagi orang-orang yang mengerti (liqaumiyya'qiluuna). Dari ayat-ayat tersebut tanda-tanda kebesaran Allah dalam pergantian malam dan siang diperuntuhkan bagi orang-orang yang bertaqwa, orang-orang yang berakal sehat dan berpengetahuan, serta orang-orang yang yang ingin bersyukur dan mau mengerti.

Apa hikmanya ? Tanpa adanya pergantian antara malam yang gelap gulita dan siang yang terang benderang kehidupan diatas permukaan bumi tidak akan berlangsung, manusia tidak pernah merasakan peredaran waktu dan tidak mengenal catatan sejarah dari peristiwa-peristiwa masa lalunya. Hakikat pergantian malam dan siang diketahui bahwa bumi berbentuk bulat, berputar pada porosnya dan mengorbit matahari secara teratur. Dengan demikian manusia mengetahui tahun, pergantian musim, menentukan bulan, minggu dan hari serta pergiliran malam dan siang pada belahan bumi atas belahan yang lain. Hal ini merupakan suatu keharusan untuk melestarikan kehidupan di bumi. Dan tugasnya yang silih berganti secara teratur dengan bentuk yang berbeda-beda akan berlangsung terus-menerus hingga bumi beserta isinya dimusnahkan Allah SWT. Pergantian gelap dan terang, terjadi pendisplaian energi matahari hingga sampai ke bumi, dan selanjutnya membantu mengontrol sirkulasi cuaca panas dan dingin, dan membantu mensuplai sinar matahari keberbagai pelosok bumi. Sebagaimana juga membantu menetralisir berbagai aktifitas baik yang hidup maupun mati seperti misalnya bernapas dan menguap bagi manusia dan hewan, serta berfotosintesis bagi tumbuh-tumbuhan. Mengatur fungsi lapisan gas dan udara yang terdapat di bumi, serta menetralisir berbagai aktifitas di bumi seperti sirkulasi air antara bumi dan lapisan paling rendah atmosfer, gerakan angin dan awan, mengatur frekwensi hujan dan masih banyak hikmah lainnya yang telah diketahui atau belum diketahui manusia. Wallahu'alam

Comments

Popular posts from this blog

Sebuah Bukti Al Quran Datang dari Sisi Allah

Ayat Mengenai Matahari dan Bulan Beredar di Garis Edarnya Masing-Masing

Ayat Mengenai Langit dan Bumi Dahulunya Menyatu