Ayat Mengenai Air Dari Langit Menurut Ukuruan

Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 trilyun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut "ukuran atau kadar" tertentu.

Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini. Per tahunnya, air hujan yang menguap dan turun kembali ke Bumi dalam bentuk hujan berjumlah "tetap": yakni 513 triliun ton.


Pengukuran lain yang berkaitan dengan hujan adalah mengenai kecepatan turunnya hujan. Ketinggian minimum awan adalah sekitar 12.000 meter. Ketika turun dari ketinggian ini, sebuah benda yang yang memiliki berat dan ukuran sebesar tetesan hujan akan terus melaju dan jatuh menimpa tanah dengan kecepatan 558km/jam. Tentunya, objek apapun yang jatuh dengan kecepatan tersebut akan mengakibatkan kerusakan. Dan apabila hujan turun dengan cara demikian, maka seluruh lahan tanaman akan hancur, permukiman, perumahan, kendaraan akan mengalami kerusakan, dan orang-orang pun tidak dapat pergi keluar tanpa mengenakan alat perlindungan ekstra.

Dalam surat Al-Waqiah ayat 68 dan 69 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?

Dalam ayat tersebut tegas dikatakan bahwa air yang kita minum adalah air yang diturunkan dari langit. Hasil penelitian menyebutkan bahwa air tawar yang kita minum berasal dari hujan. Air tersebut turun melalui siklus peredarannya sehingga tersedia air tawar di hulu pegunungan. Awalnya ia berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan es, dan salju, hujan gerimis atau kabut. Hasil deteksi radar cuaca menunjukkan bahwa pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap, yaitu: “bahan baku” hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk, hingga curahan hujan terlihat.

Tahap-tahap ini pun dijelaskan dalam al-Qur’an yang memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan.

Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira” (Ar-Rum [30]:48)

Setelah hujan turun maka air itu pun menetap di bumi, kemudian menguap kembali, ini sesuai dengan Al-Mu'minun ayat 18 di atas, hingga uap air itu naik ke langit membentuk awan, dan dari awan itu turun hujan lagi. Begitulah seterusnya siklus air berputar. Berkat adanya angin yang meniup awan tadi ke segala penjuru bumi secara bergantian hujan turun diberbagai daerah di bumi.

Mengenai air yang diturunkan dari langit menurut ukuran ada dalam Al-Qur'an surat Az-Zukhruf ayat 11 dan Al-Mu'minun ayat 18 sbb:

Dan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya”. (QS. Al Mukminun[23] :18)

"Dan yang menurunkan air dari langit menurut ukuran (yang diperlukan), lalu dengan air itu Kami hidupkan negeri yang mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)." (Az-Zukhruf :11)

Comments

Popular posts from this blog

Sebuah Bukti Al Quran Datang dari Sisi Allah

Ayat Mengenai Matahari dan Bulan Beredar di Garis Edarnya Masing-Masing

Ayat Mengenai Langit dan Bumi Dahulunya Menyatu